Jumat, 12 November 2010

Wajib Militer di Indonesia

Beberapa waktu lalu sering tersiar kabar bahwa Indonesia akan melaksanakan wajib militer guna semakin menunjang sistem pertahanan dan keamanan di dalam negeri. Dalam suasanan yang penuh bencana semacam ini, kebutuhan akan tentara sukarela yang telah terlatih tersasa semakin dibutuhkan. Ini menggingat karena usia wajib militer yang berusia sekitar 20-25 tahun merupakan sebuah kumpulan tenaga yang kuat dan mampu ditempatkan di segala medan. Baik itu perbatasan, maupun daerah bencana yang sering muncul akhir-akhir ini.

Namun perlu beberapa pertimbangan dala wajib militer. Salah satu yang terpenting adalah 'kesukarelaan', wajib militer yang ada di Indonesia harusnya berbentuk secara sukarela 'Citizen Soldier' daripada berupa paksaan yang mencerminkan pemerintahan diktaktorisme. Bentuk wajib militer semacam ini biasa dilakukan pada masa perang seperti Perang Dunia I dan Perang Dunia II. Dimana jutaan tenaga manusia diperlukan untuk segera berperang dalam waktu yang singkat.

Namun tanpa sebuah tujuan yang pasti, wajib militer seperti ini tentu saja akan susah untuk diterapkan. Ketika pada masa perang, jelas bahwa wajib militer atau mulai saja kita sebut dari sekarang sebagai tentara sukarela betujuan untuk mengabdi kepada negara, membela tanah air, atau membela doktrin dan ideologi yang mereka percayai. Di masa damai, agaknya tujuan tersebut harus sedikit ditambahi dengan beberapa katalisator yang lain, semisal reward atau pengakuan dan lain sebagainya.

Saya memikirkan agar sebuah bentuk tentara sukarela dapat menggantikan beberapa jenis pengabdian masyarakat dalam perkuliahan (seperti KKN) atau juga dalam bentuk lain. Dan terdapat sertifikasi khusus dari tentara sukarela yang memudahkan mereka jika ingin memasuki instansi khusus pemerintah atau BUMN. Di samping itu terdapat pelatihan-pelatihan khusus (selain pelatihan yang berupa fisik melulu) berupa keterampilan teknik, pengobatan, dan keterampilan kepemimpinana. Tidak semua orang mempunyai ketahanan fisik yang kuat bukan?

Beberapa konsep yang mungkin dimasukan ke dalam sistem tentara sukarela antaralain :

  • Basic training : Berupa latihan fisik dasar (sekedar untuk menguatkan fisik dan menyehatkan), latihan survival dasar berupa latihan ketahanan di alam terbuka, dan latihan tanggap bencana, ini penting menggingat negara yang kita huni ini sering kali dilanda bencana alam. Sehingga tenaga-tenaga hasil pelatihan basic training ini dapat diutamakan ketika sebuah bencana alam terjadi. Pelatihan ini memakan waktu 3-6 bulan. Sertifikat Basic Training dapat digunakan untuk membantu pendaftaran sebagai pegawai negeri dan perusahaan BUMN. Dan bagi mahasiswa diberikan keringanan untuk menghapuskan beberapa mata kuliah tertentu. 
  • Medium level training : Pada bagian ini, para tentara sukarela sudah dikenalkan pada latihan-latihan dasar penggunaan senjata. Selain itu untuk pasukan khusus seperti teknis dan lain sebagainya mulai dijuruskan pada bidangnya masing-masing. Setelah lulus dari pelatihan ini seseorang diberikan pilihan apakah akan meneruskan ke jenjang kemiliteran dengan pangkat prajurit atau tidak, sertifikasi dari hasis medium level training dapat digunakan sebagai penunjang apabila seseorang akan mendaftarkan diri kelak di akademi militer. Pelatihan ini dari 6-12 bulan
  • Advance level training : diberikan bagi yang berminat atau yang berprestasi pada basic dan medium level training. Pelatihan di sini lebih mengarah kepada spesialisasi ketentaraan yang diinginkan. Seseorang yang lulus dari Advance level training diberi kemudahan untuk memasuki Akademi militer tertentu. Pelatihan ini mencapai 6-12 bulan.
Note : pendaftar diberi kebebasan memilih apakah ia hanya akan mengikuti basic atau sampai medium bahkan advance level training.

Tidak ada komentar: